Koordinasi LTT Dan PM-AAS Di Jatirenggang, Pabuaran, Kabupaten Cirebon.
Koordinasi dilakukan untuk monitoring dan pendampingan pelaksanaan program swasembada pangan di wilayah Jatirenggang. Koordinasi (21/08) dilakukan bersama Ketua kelompok tani dengan para anggotanya, Kepala Desa/Kuwu Jatirenggang dengan perangkat desanya, Katimker penyuluh Kabupaten Cirebon dengan para penyuluh dan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.
Di wilayah Jatirenggang, hampir 90% persen masyarakat beraktivitas di sektor pertanian, tanam padi bisa tiga kali tanam. Saat ini masuk tanam gadu dua, dikarenakan musim kemarau yang panjang, jumlah air pengairan tidak memadai. Pada bulan Oktober biasanya juga dilakukan pemeliharaan sapras air. Pada waktu pemeliharaan tersebut, biasanya air ada penghentian air dari sumber/waduk (Disebut oleh petani sebagai masa pengeringan). Petani menyampaikan usulan disaat pengeringan tersebut, kalau dimungkinkan pengaturan pengeringan dilakukan tidak total. Para petani melakukan upaya pengairan dengan air sumur bor, yang dialirkan dengan mesin pompa air. Kendala yang ada yaitu jumlah sumur bor dan peralatan pompa air terbatas sehingga pengairan tidak bisa dilakukan dengan baik. Luas lahan tanam padi di Jatirenggang mengalami penurunan dikarenakan adanya alih fungsi lahan.
Koordinasi yang dilakukan membuka ruang diskusi bagi petani untuk menyampaikan kendala, usulan dan saran. Petani di Jatirenggang sudah memulai juga penanaman padi sistem PM-AAS. Diharapkan dengan PM-AAS produksi dapat kembali mencapai level sebelumnya bahkan lebih baik. Kepala BRMP Tanaman Hias, Dr. Ir. Erna Suryani, M.Si., selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Cirebon, menyampaikan bahwa koordinasi yang dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kendala-kendala, saran dan usulan dari para petani. Informasi tersebut secara bersama-sama ditindaklanjuti sebaik-baiknya secara prosedural dengan tujuan yang sama, yaitu untuk mendukung swasembada pangan.